My Identity



  Sebelum saya berbicara panjang lebar, saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Bahtiar Andra Saputra adalah nama yang diberikan orang tua saya kepada anak tercintanya ini. Lahir pada 7 September 1995 di Kab. Sampang Madura, kota kecil yang sederhana dan penuh dengan keindahan alam yang sangat indah. Saya anak pertama dari 2 bersaudara, adik saya seorang perempuan yang bernama Sifani Andri Saputri. Di Kab. Sampang saya tinggal di Kec. Tambelangan, Tambelangan adalah pegunungan yang masih sangat banyak penghijauan dan masih sangat rindang.
   Bapak saya adalah seorang kepala puskesmas di Kec. Tambelangan, sedangkan Ibu saya hanya sebagai Ibu rumah tangga. Di bangku sekolah dasar saya bersekolah di SDN 1 Tambelangan, dan setelah lulus dari bangku sekolah dasar saya meneruskan untuk bersekolah di SMPN 1 Tambelangan. Saya sempat menjadi pemain inti di tim basket putra di SMP sekaligus menjabat sebagai kapten tim. Setelah 9 tahun saya menimba ilmu di kampung halaman, barulah saya meneruskan sekolah di SMAN 1 Sampang yaitu SMA unggulan di Kab. Sampang.
   Di SMA pun saya menjadi pemain inti, tapi sayangnya saya tidak menjabat sebagai kapten tim lagi. Tapi saya bangga karena saya mengantarkan tim basket putra saya ini mendapat banyak trophy. Pada tahun 2013, saya lulus dari SMA dan ingin melanjutkan impian saya menjadi seorang dokter. Saya telah mengikuti banyak tes untuk masuk perguruan tinggi dan fakultas yang saya inginkan, tetapi hasilnya nihil. Saya berpikir daripada menganggur dan tidak ada kerjaan, lebih baik saya menambah pengetahuan saya dalam berbahasa inggris. Di kota Kediri tepatnya di Kampung Inggris saya menambah ilmu dan bertemu dengan teman dari seluruh penjuru bumi pertiwi maupun mancanegara. 4 bulan lamanya saya belajar disana, hingga akhirnya pada bulan februari 2014 saya melakukan farewell party dengan teman-teman saya.
   Dan kembalilah saya ke kampung halaman, 1 bulan disana dan saya memutuskan untuk mengikuti les untuk mengikuti SBMPTN tahun 2014 dan tes lainnya. Hari yang di tunggu-tunggu datang, saya sudah siap lahir batin untuk mengikuti tes dan melanjutkan kuliah untuk menjadi dokter muda. Tetapi mungkin Allah tidak memudahkan jalan saya untuk menuju kesuksesan. Dan disitulah saya merasa terpuruk dan hanya membuat orang tua saya kecewa, saya merasa sudah di ambang kehancuran. Sudah banyak tes yang saya ikuti tapi tidak ada hasilnya, tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan saat ini.
   Tapi untungnya saya mempunyai orang tua yang sabar menghadapi saya dan selalu mendukung apapun yang saya lakukan asalkan itu positif. Jadi selama tahun 2014 saya hanya ada di rumah membantu kedua orang tua saya. Kadang saya minder pada teman-teman saya yang sudah kuliah dan memasuki semester 4, orang tua saya tidak bosan-bosannya memberikan semangat pada saya untuk tidak putus asa dan minder pada teman-teman saya lainnya.
   Pendaftaran mahasiswa tahun 2015 pun di buka, dan saya mencoba peruntungan di kampus Universitas Muhammadiyah Malang yang sudah saya dambakan selama ini. Pada gelombang 1 peserta yang mengikuti untuk masuk ke Fakultas Kedokteran kurang lebih 500 orang (mungkin). Saya sudah tidak percaya diri bahwa saya bisa menyingkirkan peserta yang lainnya untuk bisa masuk ke Fakultas Kedokteran.
   Pengumuman gelombang 1 sudah diumumkan dan saya pun merasa GEGANA ( Gelisah, Galau, Merana ). Dengan hati yang tidak karuan saya pun melihat pengumuman, dan hasilnya pun mengejutkan. Saya diterima untuk menjadi mahasiswa UMM di Fakultas Kedokteran, saya pun sangat bahagia begitupun keluarga besar saya. Ok gan, begitulah sedikit cerita tentang saya dan saya menyarankan pada kawan-kawan semua janganlah berputus asa, berusaha dan berbanyak-banyaklah berdo'a. Karena Allah mempunyai rencana yang indah bagi kita di kemudian hari. Slogan saya adalah  " Be yourself, love yourself and always work to better yourself  ".

No comments:

Post a Comment